my family

my family
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juni 2011

REsum3

KESIMPULAN
Metode Langsung (Direct Method)
Direct artinya langsung. Direct method atau metode langsung yaitu suatu cara menyajikan materi pelajaran Bahasa Asing dimana guru langsung menggunakan bahasa asing tersebut sebagai bahasa pengantar, dan tanpa menggunakan bahasa  anak didik sedikit pun dalam mengajar.
Ciri-ciri metode ini adalah :
Ø      Materi pelajaran pertama-tama diberikan kata demi kata, kemudian struktur kalimat.
Ø      Gramatika diajarkan hanya bersifat sambil lalu, dan siswa tidak dituntut menghafal rumus-rumus gramatika, tapi yang utama adalah siswa mampu mengucapkan bahasa secara baik.
Ø      Dalam proses pengajaran senantiasa menggunakan alat bantu
Ø      Setelah masuk kelas, siswa dikondisikan bercakap-cakap dalam bahasa asing, dan dilarang menggunakan bahasa lain.

Selasa, 21 Juni 2011

أساليب تعليم اللعة العربية


أساليب تعليم اللغة العربية


كانت صناعة التعليم في الماضي تقوم على أساس أن يتخرج المعلم على يد شيخه ولم توجد في الماضي معاهد لإعداد المعلمين يتخرج فيها من يريد أن يمتهن مهنة التعليم فهذه المعاهد على اختلاف أنواعها نتاج العصر الحديث ولم يعد فن التدريس يقوم على الفطرة والموهبة والتمرس كما كان الحال في الماضي إنما أضيف إلى ذلك تعلم أصول المهنة وقواعد الفن فقد أصبح التدريس عما له أصوله وقواعده وله فلسفته واتجاهاته التي تقوم على دراسة نظريات التربية وعلم النفس والإرشاد التربوي والطرق العامة والتدريب العملي على التدريس وتحويل النظريات والأسس العلمية إلى مهارات تعليمية يظهر أثرها في أداء المعلم وعمله المهني . لقد أدرك العالم أجمع الدور الكبير الذي يقوم به المعلم في بناء الأجيال وإعدادها للحياة وفي تشكيل المجتمع فهو المسؤول عن تنفيذ السياسة التعليمية وهي السياسة التي يضعها أي مجتمع لتحقيق أهدافه ولإيمان الدول بأن المعلم عصب العملية التعليمية والعامل الرئيسي في نجاحها فقد حرصت على توفير جميع الإمكانات لإعداده إعدادا مهنيا متكاملا ثم أتبعت هذا الإعداد بتدريبه أثناء الخدمة وتزويده بالمستحدث علميا ومهنياز

ICT (Argument)

UU ITE DAN UU PORNOGRAFI
Perkembangan  teknologi informasi dan komunikasi menjadikan sebuah bumerang bagi penggunanya. Hal itu ditandai dengan bentuk dari peran dan kepentingan dari subyek  kepada komunikan. Banyak hal yang mendorong terjadinya disorientasi dari sebuah fungsi media itu sendiri. Pada haekatnya media sebgaai bentuk mediasi komuniaksi nilai (transformasi nilai)  ke komunikan. Akan tetapi  masalah ekonomi menjadikan  peran ini mengalami dis-orientasi yang sangat mencolok.
formasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan,suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange(EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf,tanda, angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.Transaksi Elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan Komputer, jaringan Komputer, dan/atau media elektronik lainnya.Teknologi Informasi adalah suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memprInoses, mengumumkan, menganalisis, dan/atau menyebarkan informasi.
Pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat.

Kamis, 09 Juni 2011

Tahapan Perkembangan

Tahapan Perkembangan Kognitif Individu-
Piaget

Piaget, seorang ahli psikologi kognitif, mengemukakan 4 (empat) tahapan perkembangan kognitif individu , yaitu:

1. Tahap Sensori-Motor (0-2)
Inteligensi sensori-motor dipandang sebagai inteligensi praktis (practical intelligence), yang berfaedah untuk belajar berbuat terhadap lingkungannya sebelum mampu berfikir mengenai apa yang sedang ia perbuat. Inteligensi individu pada tahap ini masih bersifat primitif, namun merupakan inteligensi dasar yang amat berarti untuk menjadi fundasi tipe-tipe inteligensi tertentu yang akan dimiliki anak kelak. Sebelum usia 18 bulan, anak belum mengenal object permanence. Artinya, benda apapun yang tidak ia lihat, tidak ia sentuh, atau tidak ia dengar dianggap tidak ada meskipun sesungguhnya benda itu ada. Dalam rentang 18 – 24 bulan barulah kemampuan object permanence anak tersebut muncul secara bertahap dan sistematis.

Minggu, 22 Mei 2011

Politik Islam

PEMIKIRAN POLITIK ISLAM INDONESIA
(Gagasan Abdurrahman Wahid)
Oleh: Abd. Halim
A.     Pendahuluan
Dalam khazanah teori politik Islam, masalah bentuk negara merupakan pembicaraan penting. Meskipun demikian, suatu hal yang tidak kalah mendasarnya adalah soal hubungan Islam dengan negara. Hal ini merupakan fenomena menarik yang akhir-akhir ini menjadi diskursus panjang-lebar. Salah satu dimensi persoalan yang selalu melahirkan sudut pandang berbeda menyangkut bagaimana Islam seharusnya menempatkan diri dalam sistem sosial-politik. Dengan perkataan lain, bagaimana strategi perjuangan umat dirumuskan dalam masyarakat negara-bangsa.
Adanya perbedaan pemikiran tentang konsep politik dalam pengertian strategi perjuangan umat Islam Indonesia, gejala-gejalanya sangat nyata dan bahkan sebetulnya dapat dilacak akar-akarnya sejak tokoh-tokoh bangsa ini merumuskan bentuk dan dasar negara. Dalam pada itu, Indonesia kontemporer juga tak pernah sepi dari masalah tersebut, yang oleh banyak pengamat sering dikelompokkan ke dalam dua model politik Islam, yaitu pendekatan struktural dan pendekatan kultural.
Sejauh ini, salah satu tokoh penting yang dipandang mewakili model politik Islam kultural adalah Abdurrahman Wahid. Memang, ditinjau dari kiprah dan gerakannya, banyak hal yang mendukung ke arah ini. Hanya masalahnya, apakah ada konsistensi antara gerakan dan ide yang mendasarinya. Sudut inilah kiranya yang perlu dilacak. Tulisan ini disamping mencoba mengarah ke sana, juga bermaksud melihat aspek-aspek fundamental yang menjadi pijakan pemikiran politik Abdurrahman Wahid, sehingga tampak jelas pandangannya ke arah mana politik Islam harus bergerak.

Politik Islam

PEMIKIRAN POLITIK ISLAM INDONESIA
(Gagasan Abdurrahman Wahid)
Oleh: Abd. Halim
A.     Pendahuluan
Dalam khazanah teori politik Islam, masalah bentuk negara merupakan pembicaraan penting. Meskipun demikian, suatu hal yang tidak kalah mendasarnya adalah soal hubungan Islam dengan negara. Hal ini merupakan fenomena menarik yang akhir-akhir ini menjadi diskursus panjang-lebar. Salah satu dimensi persoalan yang selalu melahirkan sudut pandang berbeda menyangkut bagaimana Islam seharusnya menempatkan diri dalam sistem sosial-politik. Dengan perkataan lain, bagaimana strategi perjuangan umat dirumuskan dalam masyarakat negara-bangsa.
Adanya perbedaan pemikiran tentang konsep politik dalam pengertian strategi perjuangan umat Islam Indonesia, gejala-gejalanya sangat nyata dan bahkan sebetulnya dapat dilacak akar-akarnya sejak tokoh-tokoh bangsa ini merumuskan bentuk dan dasar negara. Dalam pada itu, Indonesia kontemporer juga tak pernah sepi dari masalah tersebut, yang oleh banyak pengamat sering dikelompokkan ke dalam dua model politik Islam, yaitu pendekatan struktural dan pendekatan kultural.
Sejauh ini, salah satu tokoh penting yang dipandang mewakili model politik Islam kultural adalah Abdurrahman Wahid. Memang, ditinjau dari kiprah dan gerakannya, banyak hal yang mendukung ke arah ini. Hanya masalahnya, apakah ada konsistensi antara gerakan dan ide yang mendasarinya. Sudut inilah kiranya yang perlu dilacak. Tulisan ini disamping mencoba mengarah ke sana, juga bermaksud melihat aspek-aspek fundamental yang menjadi pijakan pemikiran politik Abdurrahman Wahid, sehingga tampak jelas pandangannya ke arah mana politik Islam harus bergerak.

Sabtu, 07 Mei 2011

IQ, EQ DAN ESQ

Tentang IQ, EQ dan SQ
Oleh : AKHMAD SUDRAJAT
Kecerdasan merupakan salah satu anugerah besar dari Allah SWT kepada manusia dan menjadikannya sebagai salah satu kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya. Dengan kecerdasannya, manusia dapat terus menerus mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya yang semakin kompleks, melalui proses berfikir dan belajar secara terus menerus.
Dalam pandangan psikologi, sesungguhnya hewan pun diberikan kecerdasan namun dalam kapasitas yang sangat terbatas. Oleh karena itu untuk mempertahankan keberlangsungan hidupnya lebih banyak dilakukan secara instingtif (naluriah). Berdasarkan temuan dalam bidang antropologi, kita mengetahui bahwa jutaan tahun yang lalu di muka bumi ini pernah hidup makhluk yang dinamakan Dinosaurus yaitu sejenis hewan yang secara fisik jauh lebih besar dan kuat dibandingkan dengan manusia. Namun saat ini mereka telah punah dan kita hanya dapat mengenali mereka dari fosil-fosilnya yang disimpan di musium-musium tertentu. Boleh jadi, secara langsung maupun tidak langsung, kepunahan mereka salah satunya disebabkan oleh faktor keterbatasan kecerdasan yang dimilikinya. Dalam hal ini, sudah sepantasnya manusia bersyukur, meski secara fisik tidak begitu besar dan kuat, namun berkat kecerdasan yang dimilikinya hingga saat ini manusia ternyata masih dapat mempertahankan kelangsungan dan peradaban hidupnya.

Jumat, 06 Mei 2011

MEDIA PEMBELAJARAN


MEDIA PEMBELAJARAN

A.    Pengertian Media pembelajaran
Kata media berasal dari bbahasa latin "medius" yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Dalam baahasa arab media adalah perantara (وسائل  ) atau pesan dari  pengirim kepada penerima pesan. Apabila media di fahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh kemampuan, ketrampilan,sikap.[1] Dalam pengertian ini guru ,buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus pengertian media dalam proses belajar-mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.

Kamis, 05 Mei 2011

love of love


Hakikat Cinta

DI AMBIL DARI BLOG :AKHMAD SUDRAJAT
 
Cinta merupakan suatu keadaan perasaan yang sifatnya kuat, menakjubkan, mendalam, dan penuh kelembutan terhadap suatu objek tertentu. Karena merupakan suatu yang bersifat personal, seringkali cinta dianggap sebagai sesuatu yang tidak mungkin untuk diteliti secara eksperimental, sehingga para ahli psikologi pun mengalami kesulitan tersendiri untuk mengungkapkan dan menjelaskan lebih jauh tentang perasaan cinta ini. Kendati demikian, menurut para ahli bahwa perekembangan perasaan cinta seseorang pertama kali dibentuk dan diperoleh terutama dari ibu atau pengasuhnya pada masa bayi, melalui segenap upaya yang dilakukan ibu dalam rangka pemenuhan berbagai kebutuhan dasar sang bayi.

Selasa, 03 Mei 2011

behaviorisme


BEHAVIORISME
Behaviorisme merupakan salah satu aliran psikologi yang meyakini bahwa untuk mengkaji perilaku individu harus dilakukan terhadap setiap aktivitas individu yang dapat diamati, bukan pada peristiwa hipotetis yang terjadi dalam diri individu. Oleh karena itu, penganut aliran behaviorisme menolak keras adanya aspek-aspek kesadaran atau mentalitas dalam individu. Pandangan ini sebetulnya sudah berlangsung lama sejak jaman Yunani Kuno, ketika psikologi masih dianggap bagian dari kajian filsafat. Namun kelahiran behaviorisme sebagai aliran psikologi formal diawali oleh J.B. Watson pada tahun 1913 yang menganggap psikologi sebagai bagian dari ilmu kealaman yang eksperimental dan obyektif, oleh sebab itu psikologi harus menggunakan metode empiris, seperti : observasi, conditioning, testing, dan verbal reports.
Teori utama dari Watson yaitu konsep stimulus dan respons (S-R) dalam psikologi. Stimulus adalah segala sesuatu obyek yang bersumber dari lingkungan. Sedangkan respon adalah segala aktivitas sebagai jawaban terhadap stimulus, mulai dari tingkat sederhana hingga tingkat tinggi. Watson tidak mempercayai unsur herediter (keturunan) sebagai penentu perilaku dan perilaku manusia adalah hasil belajar sehingga unsur lingkungan sangat penting. Pemikiran Watson menjadi dasar bagi para penganut behaviorisme berikutnya.
Teori-teori yang dikembangkan oleh kelompok behaviorisme terutama banyak dihasilkan melalui berbagai eksperimen terhadap binatang. Berikut ini disajikan beberapa teori penting yang dihasilkan oleh kelompok behaviorisme:
1. Connectionism ( S-R Bond) menurut Thorndike.
Dari eksperimen yang dilakukan Thorndike terhadap kucing menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya:
  • Law of Effect; artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan, maka hubungan Stimulus – Respons akan semakin kuat. Sebaliknya, semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons, maka semakin lemah pula hubungan yang terjadi antara Stimulus- Respons.
  • Law of Readiness; artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pemdayagunaan satuan pengantar (conduction unit), dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.
  • Law of Exercise; artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat, jika sering dilatih dan akan semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih.
2. Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov
Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya :
  • Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer), maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat.
  • Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer, maka kekuatannya akan menurun.
3. Operant Conditioning menurut B.F. Skinner
Dari eksperimen yang dilakukan B.F. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya :
  • Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat.
  • Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah.
Reber (Muhibin Syah, 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. Respons dalam operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus, melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer. Reinforcer itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu, namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning.
4. Social Learning menurut Albert Bandura
Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya, Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond), melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. Prinsip dasar belajar menurut teori ini, bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. Melalui pemberian reward dan punishment, seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan.